Wednesday, 8 April 2009

Makna Shalat dari sisi medis

Oleh dr. M. Aron Pase

Kebanyakan buku-buku tentang shalat serta manfaatnya ditulis dan
dikarang para sarjana agama, baik berprofesikan ustadz maupun ulama.
Dan buku-buku tersebut sangat sering kita dapatkan dan kadang (maap!)
kurang menyentuh akan makna shalat yang sebenarnya bahkan sedikit
bias. Tapi jika buku tentang shalat yang dikarang oleh seorang dokter
jelas akan berbeda. Pasti ada hubungan erat antara fungsi shalat
dengan kesehatan.

"Ketika dokter memaknai shalat", itulah judul buku kecil yang terdiri
dari 69 halaman yang menjadi judul artikel penulis kali ini. Buku ini
ditulis oleh seorang dokter spesialis bedah-onkologi (bedah-tumor) ,
dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, dokter lulusan FK-UI tinggal di Jakarta .

Buku yang sangat menarik dan mengajak pembaca untuk lebih memahami
makna shalat dari aspek kesehatan. Selama ini shalat yang kita lakukan
lima kali sehari sebenarnya telah memberikan invesatsi kesehatan yang
cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudu' (bersuci),
gerakan shalat sampai dengan salam memiliki makna kesehatan yang luar
biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan
spiritual dan emosional. Tetapi sayang sekali hanya sedikit dari kita
yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun
Islam yang kedua ini.

Manfaat Kesehatan dari Berwudu' (Bersuci)

Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya
membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman,
racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi (tempat
pembuangan dari zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori) dan media
komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan
serta tekanan.

Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH
(derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metoda
menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalau kulit
sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama
mudah terinfeksi kuman.

Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian
kulit, selaput lendir dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan
dengan dunia luar ( pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga).
Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banyak kuman
dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus
aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (peny. TBC kulit).
Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus
pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.

Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali
melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru
dikenal abad ke-20 tapi sudah dibudidayakan- Nya bagi umat Islam
dengan bersuci sejak abad ke-14 yang lalu. Luar biasa!.

Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari
penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut
diantara sela gigi yang jika tidak dibersihkan (dengan berkumur-kumur
atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman.
Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari
berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.

Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga
hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring) . Fungsinya
untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara
kotor dan juga kuman.

Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis
pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman
infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.

Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki
beserta telapak kaki yang tak akalah pentingnya untuk mencegah
berbagai infeksi kuman khususnya infeksi cacing yang masih menjadi
masalah terbesar di negara kita ini.

Manfaat Kesehatan Shalat

Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari
sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan
latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan.

Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga
yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini
didukung oleh dua jenis otot, yaitu yang menjauhkan lengan dari dada
(abductor) dan mendekatkankanya (adductor) . Takbir berarti kegiatan
mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang
seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya
otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi
lancar.

Dengan Ruku' memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh
karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar
bila ruku' dilakukan dengan benar, yaitu meletakkan perut dan dada
lebih tinggi daripada leher. Ruku' mengempiskan pernapasan. Hal ini
terjadi karena tekanan negatif pleura (tekanan dalam rongga paru)
akibat dari pengecilan rongga dada.. Pelurusan tulang belakang pada
saat ruku' berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku'
adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan
prostate. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal.
Sedangkan penekanan kandung kencing oleh tulang belakang dan tulang
kemaluan akan melancarkan kemih.

Getah bening (limfe) adalah cairan tubuh, bukan darah dan mempunyai
pembuluh serta sistemnya. Tugas utamanya adalah menyaring dan menumpas
kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah. Cairan ini berasal
dari darah, air, protein, garam dan bahan penyakit yang merembes ke
dalamnya. Sel yang berfungsi di kalenjar limfe ini adalah sel T dan
sel B.

Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai-perut dan dada ke leher
karena merasa lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu
ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu,
sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud
dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan
tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di
sebagian sahabat menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam
bersujud.

Duduk diantara dua sujud dapat mengaktifkan kalenjar keringat karena
bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya
pengapuran. Pembuluh darah balik diatas pangkal kaki jadi tertekan
sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki
sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini
menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.

Gerakan salam yang merupakan penutup shalat, dengan memalingkan wajah
ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher.
Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke
jantung.

Untuk Apa Shalat Tahajud di Malam Hari?

Cuaca di malam hari biasanya dingin dan lembab, kalau ditanya paling
enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf
kita hinga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas
tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat
merubah menjadi pengapuran.

Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur
tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk
memulihkan posisi saraf mata kita.

Jadi, shalat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur
malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh
tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan solat malam, kita akan
mengendalikan urat tidur kita.

Kesimpulan

"Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu
rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi didalamnya setiap
hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya? Para
sahabat menjawab: 'Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada
badannya.' Lalu beliau bersabda,'Begitulah perumpamaan shalat lima
waktu. Allah menghapuskan segala kesalahan mereka."(Abu Hurarah ra).

Jika manfaat gerakan shalat kita betul-betul mengembangkannya sangat
luar biasa manfaatnya dan lebih canggih dibandingkan dengan yoga.
Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja
mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah.

Belum lagi manejemen yang terkandung dalam bacaan shalat.. Seperti doa
Iftitah yang berarti mission statement (dalam menejemen strategi).
Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang 17 kali
adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih
dibandingkan tujuan hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh
kebaikan seperti yang diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi
dan rasul ?

Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling
sepadan dengan penemuan- penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu
pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman.
Semoga shalat kita makin terasa manfaatnya.

* Wakil Sekretaris IDI Cab. Medan

No comments:

Memang gempa tidak dapat diramalkan tetapi korban tsunami dapat diminimalkan dengan peringatan dini. Selalu waspada dan tetap berdoa semoga Tuhan akan menjaga kita semua. Amin